Deteksi Dini Kanker Payudara

Pengertian Kanker Payudara

    Kanker payudara adalah jenis kanker yang terjadi ketika sel-sel payudara tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor. Kanker payudara dapat terjadi pada wanita maupun pria, meskipun lebih umum terjadi pada wanita.

    Berikut adalah gejala kanker Payudara :

    • Benjolan: Munculnya benjolan atau massa di payudara yang tidak biasa
    • Perubahan bentuk: Perubahan bentuk atau ukuran payudara.
    • Keluar cairan: Keluar cairan atau darah dari puting.
    • Perubahan kulit: Perubahan kulit payudara, seperti kemerahan atau kulit yang terlihat seperti kulit jeruk.
    • Puting masuk: Puting yang masuk ke dalam atau berubah bentuk. 

    Faktor Resiko Kanker Payudara :

    • Usia: Risiko kanker payudara meningkat dengan bertambahnya usia.
    • Riwayat keluarga: Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau kanker ovarium.
    • Genetik: Mutasi genetik tertentu, seperti BRCA1 dan BRCA2.
    • Hormon: Paparan hormon estrogen dan progesteron yang tinggi.
    • Gaya hidup: Gaya hidup tidak seimbang, seperti kurang olahraga dan konsumsi alkohol.

    Pencegahan dan Deteksi Dini

    • Pemeriksaan payudara sendiri: Lakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur.
    • Mamografi: Lakukan mamografi secara teratur, terutama jika Anda berusia 40 tahun ke atas.
    • Gaya hidup sehat: Jalani gaya hidup sehat, seperti olahraga teratur dan konsumsi makanan seimbang.

    Deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat meningkatkan kesempatan untuk sembuh dari kanker payudara.

    Deteksi Dini Kanker Payudara

    1. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

    SADARI adalah singkatan dari Pemeriksaan Payudara Sendiri. Ini adalah metode pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh individu sendiri untuk mendeteksi adanya kelainan atau perubahan pada payudara, seperti benjolan atau perubahan bentuk.

    SADARI dapat dilakukan dengan cara:

    • Meraba payudara: Gunakan ujung jari untuk meraba payudara secara lembut dan teliti.
    • Memeriksa bentuk dan ukuran: Periksa apakah ada perubahan bentuk atau ukuran payudara.
    • Memeriksa puting: Periksa apakah ada perubahan pada puting, seperti perubahan warna atau bentuk.

    SADARI sebaiknya dilakukan secara teratur, terutama setelah menstruasi, untuk membantu mendeteksi adanya kelainan pada payudara pada tahap awal. Jika Anda menemukan adanya kelainan atau perubahan pada payudara, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    1. Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) 

    SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) adalah pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih, seperti dokter atau bidan, untuk mendeteksi adanya kelainan pada payudara. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal, sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih efektif. 

    SADANIS dianjurkan bagi wanita berusia 20 tahun ke atas, dengan frekuensi 

    pemeriksaan sebagai berikut :

    • Wanita berusia 20-40 tahun: setiap 3 tahun sekali
    • Wanita berusia 40 tahun ke atas: setiap tahun

    Pemeriksaan ini lebih efektif daripada SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) karena dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan berpengalaman, sehingga dapat mendeteksi benjolan atau kelainan pada payudara yang masih kecil.

    3. Mammografi

      Mamografi adalah pemeriksaan medis yang menggunakan sinar X untuk memeriksa kondisi payudara, terutama untuk mendeteksi adanya kanker payudara pada tahap awal. Mamografi dapat membantu mendeteksi perubahan pada jaringan payudara, seperti tumor atau lesi, sebelum gejala-gejala lainnya muncul. 

      Tujuan Mamografi :

      • Deteksi dini: Mendeteksi kanker payudara pada tahap awal, sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih efektif.
      • Pemeriksaan rutin: Melakukan pemeriksaan payudara secara rutin untuk memantau kondisi payudara dan mendeteksi perubahan yang tidak normal.

      Proses Mamografi :

      1. Persiapan: Anda akan diminta untuk melepaskan pakaian atas dan perhiasan.
      2. Pemeriksaan: Payudara Anda akan ditempatkan di antara dua plat yang akan menekan payudara untuk mendapatkan gambar yang jelas.
      3. Pengambilan gambar: Gambar payudara akan diambil menggunakan sinar X.

      Manfaat Mamografi :

      • Mendeteksi kanker payudara pada tahap awal: Mamografi dapat mendeteksi kanker payudara pada tahap awal, sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih efektif.
      • Mengurangi risiko kematian: Pemeriksaan mamografi secara teratur dapat membantu mengurangi risiko kematian akibat kanker payudara.

      Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal, sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih efektif.

      4. USG Payudara

        USG payudara adalah pemeriksaan payudara menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi adanya kelainan pada payudara.

        Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi kelainan pada payudara, terutama pada wanita dengan payudara yang padat.

        5. Tips untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

          • Lakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur.
          • Lakukan pemeriksaan payudara klinis oleh tenaga kesehatan terlatih.
          • Lakukan mamografi secara teratur, terutama jika Anda berusia 40 tahun ke atas.
          • Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki gejala atau kelainan  pada payudara.

          Dengan deteksi dini, dapat meningkatkan kesempatan untuk sembuh dan mengurangi risiko kematian akibat kanker payudara. Jadi, mari kita prioritaskan kesehatan payudara kita dan melakukan deteksi dini kanker payudara secara teratur.

          Similar Posts

          Leave a Reply

          Your email address will not be published. Required fields are marked *