Yuk Rawat Kesehatan Gigi

Penyebab Terjadinya Karies (Gigi Berlubang)
Karies gigi (gigi berlubang) adalah daerah yang membusuk di dalam gigi yang terjadi akibat proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras) dan terus berkembang ke bagian dalam gigi. Proses terjadinya karies (gigi berlubang) dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu bakteri kariogenik permukaan gigi yang rentan dan tersedianya bahan nutrisi yang mendukung pertumbuhan bakteri. Bakteri plak akan memfermentasikan karbohidrat misalnya sukrosa kemudian hasil dari fermentasi tersebut menghasilkan rongga mulut menjadi asam, sehingga menyebabkan pH plak akan turun dalam waktu 1-3 menit sampai pH 4,5-5,0. Kondisi rongga mulut asam seperti ini sangat disukai oleh bakteri streptococcus mutans dan lactobacillus sp, yang merupakan penyebab utama dalam proses terjadinya karies gigi (gigi berlubang).
Hubungan Mekanisme Sakit Gigi dengan Sakit Jantung
Gigi berlubang jika dibiarkan maka bisa mengakibatkan bakteri semakin menumpuk yang menyebabkan peradangan pada gusi (periodontitis) bisa mengakibatkan bakteri membentuk kantong nanh menembus pulpa yaitu rongga berisi (pembuluh darah dan syaraf). Jika dibiarkan, bakteri menyebar keseluruh tubuh dan dapat masuk kedalam jantung.
Mencegah Timbulnya Masalah Kesehatan pada Gigi dan Mulut
- Menggosok gigi minimal 2x sehari pagi setelah makan dan malam sebelum tidur, waktu yang dibutuhkan yaitu selama 2 menit untuk membersihakn gigi secara menyeluruh.
- Bersihkan lidah dengan sikat gigi atau pembersih untuk membersihkan lidah karena plak bisa menumpuk dilidah.
- Pilih sikat gigi yang memiliki bulu lembut sehingga nyaman digunakan. Selain itu pastikan bulu pada sikat gigi yang memiliki ujung yang kecil membulat, jika sudah 3 bulan digunakan, sebaiknya mengganti sikat gigi tersebut.
- Mengurangi makanan manis, menjaga kesehatan gigi dan mulut juga dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi minuman dan makanan manis, seperti minuman berenergi, bersoda, biscuit, roti, dan kue.
- Tidak merokok dan mengonsumsi alcohol kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan perubahan warna gigi, gigi menjadi rapuh dan mudah patah serta meningkatkan risiko terkena kanker mulut.
- Melakukan flossing, flossing atau membersihakn gigi menggunakan benang gigi perlu dilakukan setiap sehari sekali. Flossing dilakukan untuk membersihkan kotoran yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.
- Periksakan gigi kedokter gigi secara teratur setiap 6 bulan sekali.
Langkah Menyikat Gigi
- Pilih sikat gigi dan pasta gigi yang tepat
- Sikat bulu halus
- Kepala tidak terlalu besar
- Pasta mengandung floride
- Posisi sikat gigi
- Miringkan sikat 45 derajat kea rah gusi, bulu menyentuh gigi dan tepi gusi
- Gerakan menyikat
- Gigi depan dan samping (luar-dalam) gerakan memutar kecil atau dari gusi kea rah gigi
- Urutan menyikat
- Mulai dari gigi belakang lanjut kedepan
- Jangan ada yang terlewat
- Durasi dan waktu menikat
- 2-3 menit 2 kali sehari (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur )
- Setelah menyikat
- Kumur secukupnya
- Tidak makan/minum selama 30 menit (agar floride bekerja optimal)

Mitos Dan Fakta Menyikat Gigi
❌ Mitos : Menyikat gigi 2 kali sehari yaitu sewaktu mandi pagi dan mandi sore
✅ Fakta: Gigi wajib disikat 2 kali sehari yaitu pagi setelah sarapan & malam sebelum tidur
❌ Mitos : Menyikat gigi dapat menghilangkan karang gigi
✅ Fakta : Karang gigi tidak bisa hilang hanya dengan menyikat gigi.
❌ Mitos : Gerakan menyikat gigi yang kuat dan keras bisa membuat gigi lebih bersih.
✅ Fakta : Menyikat gigi dengan gerakan yang terlalu kuat dan keras dapat menyebabkan rusaknya enamel (lapisan terluar dari gigi), gusi berdarah, gusi turun serta radang gusi
❌ Mitos : Semakin lama durasi menyikat gigi maka gigi akan semakin bersih
✅ Fakta : Durasi menyikat gigi yang ideal yaitu selama 2 menit
❌ Mitos : Langsung menyikat gigi setelah selesai makan
✅ Fakta : Setelah selesai makan wajib menunggu kurang lebih 30 menit terlebih dulu untuk mengembalikan pH normal di dalam mulut.
❌ Mitos : Kalau sudah menyikat gigi, tidak perlu flossing
✅ Fakta : Menyikat gigi hanya membersihkan sekitar 60% permukaan gigi
❌ Mitos : Menggunakan pasta gigi harus penuh sepanjang kepala sikat
✅ Fakta : Penggunaan pasta gigi cukup sedikit sebesar biji polong/biji jagung
❌ Mitos : Pasta gigi yang menghasilkan banyak busa adalah pasta gigi yang bagus
✅ Fakta : Semakin banyak busa yang dihasilkan oleh pasta gigi menandakan semakin tinggi kandungan detergent
❌ Mitos : Beberapa orang lebih memilih membersihkan gigi dengan arang, sekam padi, garam, bahkan tembakau dibanding pasta gigi.
✅ Fakta : Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride karena terbukti efektif mengurangi resiko gigi berlubang.
Penggunaan Obat Kumur
Mouthwashes atau obat kumur merupakan larutan yang digunakan sebagai pembersih mulut. Manfaat penggunaan obat kumur mencegah infeksi ringan rongga mulut, menurunkan jumlah kuman rongga mulut pada infeksi yang berat membantu menghilangkan bau mulut, mencegah terjadinya infeksi sebelum dan sesudah tindakan operasi dan menggantikan penggunaan sikat gigi ketika tidak memungkinkan.
Penggunaan Benang Gigi (Flossing)
Dental floss atau benang gigi adalah untuk membersihkan kotoran atau sisa makanan di sela gigi. Penggunaan benang gigi bisa menjangkau seluruh permukaan gigi dengan maksimal. Caranya dengan mengambil benang gigi sepanjang 45 sentimeter, kemudian tempatkan di sela-sela gigi dan gerakkan turun naik. Untuk menggunakan benang gigi, lilitkan benang gigi di jari tengah, pegang dengan ibu jari dan telunjuk, lalu selipkan perlahan di sela gigi dan gerakkan naik-turun membentuk huruf ‘C’ hingga ke bawah gusi, gunakan bagian bersih untuk setiap sela, lalu kumur.
Lakukan flossing minimal sekali sehari, biasanya sebelum menyikat gigi dan setelah makan agar plak dan sisa makanan terangkat sempurna.
Perawatan gigi juga dapat dilakukan secara profesional yaitu dengan mengunjungi dokter gigi untuk mencegah dan mengobati adanya penyakit pada gigi dan mulut.
- Perawatan rutin (Dental check-ups)
- Pemeriksaan gigi rutin minimal setiap 6 bulan sekali
- Pemeriksaan visual gigi, jaringan gusi, pemeriksaan rontgent bila diperlukan, dan konsultasi dengan dokter gigi
- Mendeteksi masalah pada gigi dan mulut dan melakukan tindakan preventif
- Pembersihan Karang Gigi (Scaling)
- Membersihkan plak serta karang gigi yang tidak bisa dihilangkan oleh sikat gigi biasa.
- Karang gigi disebabkan karena adanya penumpukan plak dan sisa makanan pada gigi yang tidak dibersihkan sehingga mengeras dan menyebabkan peradangan pada gusi.
- Scaling bermanfaat untuk mengurangi resiko penyakit gusi, mencegah bau mulut, dan menjaga kesehatan gusi serta struktur pendukung gigi secara keseluruhan
3. Penambalan Gigi
- Penambalan gigi untuk mencegah lubang makin besar, mengembalikan fungsi kunyah, meningkatkan kualitas hidup.
- Bahan yang digunakan untuk menambal gigi antara lain adalah resin komposit dan Glass Ionomer Cement (GIC).
- Pilihan bahan tergantung pada lokasi, ukuran lubang, dan estetika yang diinginkan pasien.
4. Perawatan Saluran Akar (PSA)
- Perawatan Saluran Akar dilakukan pada gigi berlubang yang sudah mencapai infeksi pada jaringan pulpa di dalam gigi (berisi saraf dan pembuluh darah)
- Bertujuan untuk mencegah adanya infeksi gigi yang lebih dalam serta mencegah adanya pembengkakan atau abses pada gusi.
- Gigi yang sudah dilakukan PSA sebaiknya ditambal / direstorasi menggunakan crown / mahkota gigi agar struktur gigi yang sudah rapuh dapat kokoh kembali.
5. Bleaching Gigi
- Bleaching adalah prosedur kosmetik yang dilakukan untuk memutihkan warna gigi yang berubah warna karena makanan, minuman, atau faktor lain seperti genetik dan sistemik.
- Bleaching bermanfaat untuk meningkatkan rasa percaya diri dan menghasilkan senyum yang lebih cerah.
- Prosedur bleaching harus dilakukan dibawah pengawasan dokter gigi karena bahan kimia kuat yang digunakan.
6. Veneer Gigi
- Veneer merupakan lapisan tipis dengan bahan resin komposit atau porselen untuk memperbaiki warna, bentuk atau ukuran gigi.
- Manfaat dari perawatan veneer adalah memperbaiki estetika dapat tahan selama beberapa tahun dengan perawatan secara berkala, dan tampilannya yang sangat mirip dengan gigi asli.
7. Perawatan Ortodonti
- Perawatan yang dilakukan untuk mengkoreksi posisi gigi dan rahang yang tidak rapi atau tidak sejajar secara ideal.
- Posisi gigi dan rahang yang tidak sejajar dapat berpengaruh pada fungsi kunyah, fungsi bicara, dan estetika gigi serta wajah.
- Perawatan ortdonti meliputi behel logam, behel keramik, atau aligner tergantung dengan kasus dan kebutuhan pasien.
- Perawatan ortodonti harus dilakukan dibawah pengawasan dokter gigi spesialis ortodonti.
Layanan Home Care
Layanan home care memiliki potensi besar dalam menjembatani keterbatasan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, serta mendukung program perawatan jangka panjang yang dapat dilakukan dirumah. Pentingnya pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan home care serta pentingnya perawatan dirumah diharapkan masyarakat memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai cara pencegahan gigi berlubang sejak dini serta memahami manfaat dan cara mengakses layanan home care.
Kesimpulan
Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat berpengaruh pada kesehatan organ tubuh lain seperti jantung. Perawatan gigi dan mulut dapat dilakukan secara sederhana di rumah maupun secara profesional di dokter gigi untuk mencegah atau mengobati penyakit gigi dan mulut. Kesehatan gigi dan mulut yang terawat secara baik akan berpengaruh pada seluruh aspek tubuh serta meningkatkan kualitas hidup.
