Bijak Dalam Memilih Tontonan Untuk Keluarga

Di era serba digital saat ini, tontonan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari televisi, layanan streaming, hingga media sosial, beragam konten tersedia dengan sangat mudah dan cepat. Namun, di balik kemudahan itu, tersimpan tantangan besar. Tidak semua tayangan cocok, bermanfaat, atau aman bagi seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, kebijaksanaan dalam memilih tontonan menjadi hal sangat penting untuk dijaga, demi membentuk karakter, nilai hidup, serta keharmonisan keluarga.

Sebenarnya, tanpa kita sadari apa yang kita tonton secara langsung akan masuk ke dalam pikiran, mempengaruhi pola pikir, sikap, hingga perilaku. Bagi anak-anak, media adalah salah satu sumber belajar utama. Mereka cenderung meniru apa yang dilihat dan didengarnya. Hindari jenis tontonan yang mengandung konten kekerasan, kata-kata kasar, diskriminasi, atau gaya hidup yang tidak pantas. Konten-konten dalam tontonan tersebut bisa memberikan dampak buruk pada anak, seperti anak menjadi agresif, sulit membedakan benar-salah, dan/atau memiliki pemahaman yang keliru tentang dunia ini.

Bagi orang dewasa, salah memilih tontonan dapat memicu dampak psikologis, karena secara bawah sadar, tontonan yang ditonton akan memengaruhi emosi seseorang, seperti peningkatan kecemasan, rasa tidak nyaman, dan terkadang dapat memancing trauma seseorang di masa lalu. Karena apa yang dilihat dan didengar akan masuk ke dalam alam bawah sadar, lalu mempengaruhi cara berpikir dan perasaan seseorang. Terkadang ada isi dari tayangan yang bertentangan dengan nilai yang diyakini seseorang, sehingga hati terasa terusik. Mungkin ada juga adegan, suara, atau kata-kata dalam tayangan yang bisa sama persis atau mirip dengan kejadian buruk yang pernah seseorang alami, sehingga hal tersebut bisa langsung memanggil kembali ingatan masa lalu seseorang yang menyakitkan.

Sebaliknya, tontonan yang tepat dan berkualitas memberikan dampak positif, seperti menambah wawasan, mengajarkan nilai luhur seperti kejujuran, kasih sayang, kerja sama, dan rasa hormat, serta mempererat hubungan antar anggota keluarga saat ditonton bersama. Tontonan bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana pendidikan dan pembentukan karakter.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan dampak positif tersebut, kita wajib untuk memilih tontonan yang baik untuk keluarga, berikut hal-hal utama yang perlu diperhatikan saat memilih tayangan :

1.      Sesuai dengan Usia dan Tahap Perkembangan

Setiap usia memiliki tingkat pemahaman dan kepekaan yang berbeda. Selalu perhatikan klasifikasi atau batasan usia yang tertera pada kemasan film, acara TV, atau platform streaming. Konten yang cocok untuk anak usia 4 tahun tentu berbeda dengan remaja atau orang dewasa. Hindari tayangan yang terlalu rumit, menakutkan, atau mengandung unsur yang belum pantas dipahami anak-anak.

2. Mengandung Nilai dan Pesan Positif          

Pastikan cerita atau isi tayangan menyampaikan hal-hal yang baik, seperti mengajarkan kebaikan, keberanian, persahabatan, toleransi, cinta tanah air, atau rasa syukur. Hindari tayangan yang mengagungkan kekerasan, kejahatan, kebohongan, atau perilaku yang melanggar norma kesopanan dan agama. Tontonan yang baik adalah yang membuat penontonnya menjadi lebih baik setelah menontonnya.

3.          Berisi Hal Edukatif dan Membangun Pengetahuan

Pilihlah tayangan yang selain menghibur, juga memberikan ilmu baru. Misalnya dokumenter tentang alam, sejarah, sains, kebudayaan, atau kisah tokoh-tokoh inspiratif. Hal ini membantu memperluas wawasan anak dan anggota keluarga lain, serta memicu rasa ingin tahu dan semangat belajar.

4.          Bahasa dan Penyampaian yang Baik dan Santun

Perhatikan cara cerita disampaikan, bahasa yang digunakan, serta visual yang ditampilkan. Tontonan yang berkualitas menggunakan bahasa yang sopan, gambar yang indah dan tidak mengganggu, serta alur yang jelas. Bahasa yang kita dengar akan sering terucap kembali. Kita tidak ingin anak-anak meniru kata-kata kasar atau perilaku buruk yang ada di dalam tayangan.

5. Membangun Kebersamaan dan Komunikasi

Pilihlah tontonan yang cocok disaksikan bersama oleh seluruh anggota keluarga. Tayangan yang baik akan memancing diskusi, mengundang tawa, atau mengajak merenung bersama. Momen ini menjadi jembatan komunikasi yang indah, di mana kita bisa saling berbagi pendapat dan mempererat ikatan batin keluarga.

Langkah nyata menerapkan kebijaksanaan di rumah dengan memilih tontonan saja belum cukup, kita perlu membiasakan kebiasaan yang baik, agar manfaatnya terasa lebih maksimal dan menjadi budaya positif di rumah, berikut kebiasaan baik yang perlu kita lakukan:

1.          Jadilah Penyaring dan Pendamping Utama

Sebelum disaksikan bersama, pastikan kita sudah mengetahui gambaran isi tayangan tersebut. Lebih utama lagi, selalu dampingi anak saat menonton. Di saat itulah kita bisa menjelaskan makna cerita, menjawab rasa penasaran anak seperti saat menonton film sains, memberitahu jika ada hal yang kurang baik, dan meluruskan pemahaman. Kehadiran kita membuat anak merasa aman, terbimbing, dan merasa diperhatikan keberadaannya.

2.       Tetapkan Aturan, Batasan, dan Disiplin

Tentukan jam berapa saja boleh menonton dan berapa lama durasinya. Aturan ini melatih kedisiplinan dan manajemen waktu anak, agar tidak mengganggu waktu belajar, bermain, beribadah, atau istirahat. Ajarkan anak bahwa menonton adalah hak yang ada aturannya, dan disiplin adalah hal yang penting. Manfaatkan fitur pengaman atau pembatas konten yang tersedia di perangkat agar aman dari akses yang tidak diinginkan.

3.       Berikan Teladan Lewat Kebiasaan Sendiri

Anak-anak lebih banyak meniru apa yang kita lakukan daripada apa yang kita katakan. Jika kita sendiri sering menonton hal yang kurang pantas, berlebihan dalam durasi, atau tidak sopan dalam berkomentar saat menonton, sulit bagi anak untuk mau mengikuti aturan. Jadilah contoh bagi anak dengan memilih tontonan yang baik, baik dalam berkomentar, bijak dalam membagi waktu, dan jadikanlah kegiatan menonton TV sebagai sarana hiburan yang dapat menambah wawasan, bukan sebagai pengisi kekosongan waktu saja.

4.        Ajak Berdiskusi dan Berpikir Kritis

Setelah menonton, ajaklah anak berdiskusi dengan metode mengobrol santai: “Apa yang kamu pelajari dari cerita tadi?”, “Bagaimana menurutmu tentang planet yang kita lihat?”, “Siapa yang berbuat baik dan kenapa?”, atau “Apakah tindakan tokoh itu benar?”. Diskusi ini melatih anak memilah mana yang baik dan buruk, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kemampuan berbicara sejak dini.

Memilih tontonan dengan bijak adalah wujud kasih sayang dan tanggung jawab kita kepada keluarga. Di tengah banjirnya informasi dan hiburan, tugas kita adalah menyaring dan memberikan yang terbaik bagi orang-orang tercinta. Perlu diketahui bahwa apa yang kita dan keluarga kita saksikan hari ini, akan membentuk karakter keluarga kita di masa depan.

Mari kita bertekad hanya menghadirkan tontonan yang mendidik, bermutu, dan yang menguatkan nilai luhur di tengah keluarga kita. Dengan demikian, kita sedang membangun rumah tangga yang sehat, cerdas, berkarakter mulia, dan siap menghadapi masa depan dengan kokoh dan bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *