Lailatul Qadar

Hai..hai.. Persit Kopassus!
Kita pas familiar dengan kata Lailatul Qadar yang berlangsung di bulan Ramadhan. Lailatul Qadar terkenal sebagai salah satu malam yang paling is mewa bagi umat muslim dimuka bumi. Apakah sebetulnya yang dimaksud dengan Lailatul Qadar? Konon katanya dak semua orang bisa mendapatkan pahala dari Lailatul Qodar lho. Kita bahas yuk!
Secara Bahasa, Lailatul Qadar terdiri dari dua kata berbahasa Arab yaitu Lail atau Lailah yang berarti malam hari, dan Qadar yang berar ketetapan. Dengan kata lain, Lailatul Qadar adalah malam dimana Allah SWT menetapkan takdir manusia. Berbagai macam surah dan ayat di Al-Quran menyebutkan betapa is mewanya Lailatul Qadar. Kali ini kita akan bahas keismewaan
Lailatul Qadar berdasarkan surah Al-Qadar yaa teman-teman..

Disebutkan pada surah Al-Qadar ayat ke-3, Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Dimana umat muslim dianjurkan untuk beribadah sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT. Untuk itu, Allah menjanjikan pahala yang lebih besar dari beribadah selama 83 tahun
pada umatnya yang melaksanakan ibadah pada Lailatul Qadar.
Selain itu, malam ini juga merupakan malam yang sangat mulia karena pada saat ini lah Kitab Suci Al-Quran diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah, dan lalu selanjutnya diteruskan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.

Ayat ke-4 pada surah Al-Qadar merupakan penjelasan aspek kedua pada keutamaan dan keagungan Lailatul Qadar. Disebut bahwa para malaikat dari seluruh langit dan Sidratul Muntaha turun ke Bumi sembari membawa berkah dan rahmah atas izin Allah SWT. Mereka mengepung orang-orang yang berdzikir, serta meletakkan sayap-sayapnya pada pencari ilmu, sebagai bentuk penghormatan kepada makhluk-Nya. Para malaikat pun turut mengaminkan doa-doa manusia yang sedang dipanjatkan sepanjang malam, sampai terbitnya fajar.
Malam ini disebutkan menjadi malam penuh kemuliaan dan kedamaian karena saat ini adalah saat dimana takdir manusia ditentukan. Para Malaikat turun ke bumi untuk mengatur berbagai urusan dari pembagian rezeki sampai dengan penentuan takdir satu tahun kedepan, serta
memohon kepada Allah SWT agar mengampuni dosa-dosa yang telah dilakukan oleh manusia yang bertaubat.
Pada ayat terakhir surah Al-Qadar, digambarkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang sejahtera dan damai sampai terbitnya fajar. Saat malam berjalan dengan tenang, langit yang cerah dan penuh dengan bintang, serta udara yang dak panas maupun dak dingin, saat itu lah Lailatul Qadar datang. Keesokan harinya pun, matahari akan bersinar cerah dan dak menyilaukan dengan suasana yang tenang dan damai.
Meskipun dak ada yang tahu pas kapan Lailatul Qadar terjadi, beberapa hadist mengatakan Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW memberi teladan pada Umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dengan tujuan mendapatkan keismewaan pada Lailatul Qadar.
Sejatinya Lailatul Qadar merupakan bonus terindah yang Allah SWT berikan kepada umat-Nya yang telah taat beribadah kepada Allah SWT dan berjuang dijalan islam. Umat muslim yang mendapat pahala dan keismewaan dari Lailatul Qadar adalah umat beruntung yang terpilih oleh
Allah SWT. Memperoleh pahala pada Lailatul Qadar merupakan impian seluruh Umat Muslim.
Lalu amalan apa saja yang dianjurkan pada saat Lailatul Qadar?
- I’ kaf di Masjid bagi yang mampu
- Melaksanakan shalat malam; tarawih dan tahajud
- Tadarus Al-Quran
- Berdzikir dan berdoa
- Is ghfar dan memohon ampunan dosa
- Bersedekah
- Memberi makan buka puasa
Demikian penjelasan mengenai Lailatul Qadar. Semoga kita semua dapat berhasil merasakan indah dan ismewanya Lailatul Qadar tahun ini yaa Sahabat Persit

